16 Februari, 2009

KAKEK DI POJOK JALAN NARIPAN


Sore itu saya melintas di jalan Naripan Bandung, sudah beberapa hari Bandung sering diguyur hujan, tapi sore itu cuaca lebih cerah………mata saya menangkap sosok kakek yang saat itu sedang duduk tertidur, dan dipinggirnya ada satu buah kantong plastik, mungkin punya beliau ...gak kebayang, kalau lagi hujan, kakek itu berteduh dimana ya???? ....

Apakah kakek itu punya rumah sehingga harus tertidur di jalan? Apakah ia punya keluarga?
Seharusnya orang setua beliau sudah berada di rumah, berisitirahat, menikmati masa tua, dikelilingi kehangatan cinta dan kasih sayang dari anak dan cucunya, di umur yang sudah sepuh, seharusnya para kakek dan nenek sudah tidak mikirin apa-apa lagi………. di masa usia lanjut itu seharusnya mereka tinggal menyibukkan diri untuk meningkatkan ibadah……..tapi itulah realita yang ada disekelilling kita, mungkin masih banyak kakek dan nenek lain yang nasibnya seperti itu…..

Apa yang terbesit di fikiran anda ketika anda melihat kakek atau nenek yang hidup di jalanan? ……….kalau saya, ketika melihat sosok kakek atau nenek, jadi suka ingat sama Abah dan Emak, almarhum kakek dan nenek saya tercinta……. semoga Abah dan Emak ada dalam pelukan cinta Mu dan ada di dalam JannahMu yang Maha Indah……….
Dan ketika melihat kondisi sosial yang seperti ini, saya sangat menyesal karena saya tak mampu berbuat banyak, saya hanya mampu memandangi mereka, saya hanya mampu berdo’a, semoga mereka yang diuji dengan kondisi seperti itu senantiasa diberi kekuatan, ketabahan, semoga mereka senantiasa diberi hati yang lapang, senantiasa berbahagia dengan kondisi yang mereka rasakan…..hal lain yang mungkin bisa kita lakukan adalah senantiasa menginfakkan sebagian dari harta kita untuk mereka yang membutuhkan

12 komentar:

  1. sejarah kemanusiaan bangsa kita kadang abai terhadap kelompok org2yang tak diuntungkan ini. meski slogan tentang kemakmuran rakyat makin sering kita dengar. utamanya menjelang pemilu seperti saat ini

    BalasHapus
  2. sama saya juga sok karunya. kalo lagi dingin atau hujan suka mikir eta baramaen pada tinggal dimana nya.... :(

    btw itu ngahaja difoto si kakek teh? :)

    BalasHapus
  3. Saat itu lagi gak sengaja lewat...terus feeling saya sebagai jurnalis muncul (he..he...jurnalis boongan).... dan pengen aja motret kakek itu.....belum izin sih ma kakeknya, habis lagi tidur, masa di bangunin....sebelum mempublikasikan foto kakek itu, saya nanya dulu sama pak Budhiana Kartawijaya (wartawan PR), apakah kita boleh mempublikasikan foto tanpa izin orangnya....kata pak Budhi, kalau ada di area publik boleh...dengan melihat kakek itu, rasa syukur kita harusnya bertambah, karena betapa banyak nikmat yang telah kita rasakan, dan masih banyak saudara-saudara kita yang kekurangan.....

    BalasHapus
  4. kenal wartawan PR dimana teh? asik tuh bisa belajar.

    BalasHapus
  5. hmm... Padahal sila nomer 5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dimana ini sila nomer 5?

    BalasHapus
  6. kan dulu pas ikutan pelatihan jurnalistik di Salman ITB, yang punya hajatan acaranya adalah Pak Budi dan teman2 di Salman

    BalasHapus
  7. sedih ya... mang anak nya ga ada kali ya???

    BalasHapus
  8. lama bel berkunjung...
    setiap kli send comment, sering error..

    meneteskan air mata hati ketika liat kakek spt itu

    tapi aku pengen nyontoh kerja keras, pantang nyerah, survive, gak mau gantungin ke orang lain, dll

    aku sendiri masih terlena dengan "kenyamanan" hidup ku. aku ingin terjun ke zona yang tifak nyaman, karena aku ingin sukses, punya sifat2 seperti kakek tu

    BalasHapus
  9. Ya betul, semua kita, perlu bekerja keras.perlu keberanian untuk keluar dari zona nyaman, kita semua harus jadi orang yang sukses, tidak hanya di dunia ini, tapi kita raih kesuksesan di akhirat…… kesuksesan yang kita raih bukan untuk dinikmati sendiri, tapi kesuksesan itu harus ditebar bagi sebanyak-banyaknya orang yang membutuhkan……

    BalasHapus
  10. pemandangan seperti itu sering mengembalikan rasa bersyuur yang kadang menguap dari hati ..
    bersyukur kalau hidup kita jauh lebih baik dari mereka ..

    BalasHapus
  11. Setiap sore, di depan rumah orang tua saya, sering terlihat nenek2 tua yang berjalan terpincang-pincang-tanpa alas kaki. Saya melihatnya hampir setiap hari, sejak masih TK. Terakhir saya melihat beliau ketika saya kuliah di tahun ketiga. Seminggu ini, saya tidak pernah lagi melihatnya. Tidak tahu dimana, dan bagaimana keadaan orang tersebut, tapi saya hanya bisa berharap semoga beliau baik2 saja.

    Btw, sudah lama saya mendambakan masa-masa ketika sudah tidak ada orang - orang kekurangan, tidak ada pengemis berkeliaran, dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar direalisasikan.

    Btw, kapan ya kita dapat pemimpin yg bisa merealisasikan sila ke-5 pancasila yg notabene sudah banyak orang yg melupakan?

    Mungkin hanya sebuah angan-angan semu.

    BalasHapus